Beras Raskin Diduga Digerogoti

Penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) alokasi tahun 2012 Kabupaten Magelang mendapatkan jatah Raskin sebanyak 1.537.920 Kg. Pagu Alokasi Raskin bulan Januari s/d Mei 2012 untuk Propinsi Jawa Tengah masih tetap  pada data hasil PPLS tahun 2008, berdasarkan pada Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah No.551/552 (16/1) . Sedangkan penyaluran beras Raskin di Kab.Magelang yang telah dibagi untuk 21 Kecamatan sudah dimulai sejak 24/1/2012 – 1/2/2012. Ketika berita ini diturunkan beras Raskin tersebut sudah tersalurkan kepada Rumah Tangga Penerima Manfaat.

Namun ironis sekali masih saja tetap ditemukan karung-karung beras Raskin dari Bulog Sub Divre V Kedu yang rusak/berlubang di wilayah 2 Kecamatan Secang dan Grabag. Dari hasil pantauan tim investigasi portal nasional.com lubang-lubang tersebut Diduga bekas tusukan benda tumpul yang berdiameter kurang lebih 1-2 cm. Sehingga sangat dimungkinkan berat beras Raskin 50 Kg yang sesuai ketentuan jadi berkurang hingga kurang lebih 1/2 Kg – 2 Kg. Ketika portal nasional.com mendatangi kantor Bulog Sub Divre V di pakelan pertama kali ditemui Agus Haryono Kasi Perencanaan dan Penyaluran Raskin diruang Tata Usaha untuk mengklarifikasi tentang banyaknya lubang pada karung dan berkurangnya berat beras Raskin dari Bulog yang disalurkan ke masyarakat miskin.

Ia menjelaskan memang benar kalau ada lubang,itu hanya untuk mengecek atau melihat jenis serta kualitas beras itu sendiri, jadi pasti berkurang sedikit itu wajar. Namun pada saat ditanyakan kalau kurangnya lebih dari 1 Kg-2 Kg, Agus mengatakan itu kurang wajar. ” wah,kalau kurangnya sebanyak itu,ya kurang wajar,” kata Agus Haryono pada portal nasional.com. Padahal beras Raskin yang didatangkan dari Jawa Timur ini pada saat diterima Bulog Sub Divre V Kedu dan masuk ke Gudang Bulog 501 Meroyudan dalam kondisi baik sesuai dengan persyaratan/ketentuan yang sudah ditetapkan Bulog. Hal ini sesuai apa yang disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre V Kedu Bubun Subroto ketika di konfirmasi tim portal nasional.com diruang kerjanya.” beras Raskin itu kalau sudah masuk ke Gudang, artinya sudah memenuhi persyaratan standart yang telah ditentukan Bulog. Jadi semuanya sudah memenuhi,” jelas Bubun.

Pada saat portal nasional.com konfirmasi tentang banyaknya lubang-lubang pada karung beras Raskin tersebut Bubun Subroto yang didampingi Kepala Gudang Bulog Tatut supriyatna mengatakan bisa saja itu terjadi karena saat pengecekan berasnya atau pada saat menurunkan mengunakan alat/gancu supaya lebih cepat. jadi beras itu tercecer kemana-mana, hingga beras yang seha rusnya 50 Kg bisa saja berkurang sedikit.” kalau masalah lubang di karung beras itu bisa saja terjadi karena pengecekan jenis kualitas berasnya. Dan bisa juga ketika menurunkan beras-beras itu mengunakan alat atau gancu supaya lebih cepat, meskipun sudah ada ketentuan tidak boleh mengunakan gancu,” katanya.

Namun ketika portal nasional.com menanyakan langsung pada Kepala Gudang Bulog Tatut Supriyatna tentang banyaknya karung-karung beras yang berlubang dan berkurang beratnya itu, ia mengelak kalau adanya lubang dan beratnya berkurang.” kalau pun itu memang banyak lubang dan berasnya berkurang, laporkan saja pada Bulog. Kita akan ganti semua, masalah angkutannyapun kita sediakan. Manusia itu ada kurangnya, saya siap menerima kritikan, tapi itu harus dibuktikan,” elak Tatut.

Dilain pihak Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan(BP2KP)Kab.Magelang,Agus Liem ketika dikonfirmasi tim portal nasional.com mengatakan bahwa pihaknya adalah sebagai TimRaskin Kab.Magelang dalam penyaluran beras kepada masyarakat miskin diwilayah Kab.Magelang ini. Saat portal nasional.com menanyakan tentang banyaknya karung beras Raskin berlubang dan berkurang beratnya ketika diterima di kelurahan-kelurahan, Agus menyarankan untuk dikembalikan ke Bulog, apalagi beratnya yang 50 Kg itu berkurang.”kalau itu memang banyak yang berlubang dan beratnya kurang kembalikan saja ke Bulog. Atau jangan ditanda tangani dulu berita acara serah terima beras Raskinnya.

Karena masyarakat miskin ini beli beras di bulog per Kg yang harga sudah disubsidi Pemerintah, jadi masyarakat miskin membeli dari Bulog dengan harga 1600per Kg. Kepala Desa pada saat menerima beras Raskin dari Bulog itu berapa, kalau memang itu kurang dari ketentuannya, tidak usah dibayar semua. Jadi yang dibayar ya yang diterima saja,”saran Agus Liem pada portal nasional.com. Jadi apa penyebab lubang pada karung-karung beras Raskin tersebut, apakah benar sebab terkena benda tumpul ?! Ataukah benar “Tercecer” kemana-mana ?! Mungkinkah benar Dugaan masyarakat selama ini beras itu di Grogoti?!—(Tim/Hr8)

Sumber

This entry was posted in Magelangan, Warta and tagged , . Bookmark the permalink.

145 Opini pada Beras Raskin Diduga Digerogoti

  1. ???? ??? says:

    ????? ????????????? ??????,?????? ????????????????????????????????????????????????????????????????????????

  2. ugg pas cher says:

    [url=http://www.viagra4cars.com/uggs/index.asp?id=13]ugg pas cher[/url]