<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>P A T T I R O  Magelang</title>
	<atom:link href="http://magelang.pattiro.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://magelang.pattiro.org</link>
	<description>Pusat Telaah dan Informasi Regional Magelang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Mar 2012 06:16:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Mahasiswa Tagih Kontrak Politik Walikota</title>
		<link>http://magelang.pattiro.org/mahasiswa-tagih-kontrak-politik-walikota.html</link>
		<comments>http://magelang.pattiro.org/mahasiswa-tagih-kontrak-politik-walikota.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 06:04:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Magelangan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[IMM]]></category>
		<category><![CDATA[Kontrak Politik Walikota Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Magelang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://magelang.pattiro.org/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhamadiyah Magelang terus menagih janji wali kota dan wakil wali kotanya, terutama terkait pembangunan kembali Pasar Rejowinangun yang terbakar 26 Juli 2008 lalu. Hal tersebut terungkap dalam ”Dialog Terbuka Mengawal 1 &#8230; <a class="more-link" href="http://magelang.pattiro.org/mahasiswa-tagih-kontrak-politik-walikota.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)  Universitas Muhamadiyah Magelang terus menagih janji wali kota dan wakil  wali kotanya, terutama terkait pembangunan kembali Pasar Rejowinangun  yang terbakar 26 Juli 2008 lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut terungkap dalam  ”Dialog Terbuka Mengawal 1 Tahun Visi Misi Walikota-Wakil Walikota  Magelang” yang diselenggarakan IMM Komisariat Hukum UMM di kampus  setempat kemarin (31/1). Hadir dalam dialog itu Wakil Wali Kota Joko  Prasetyo, Rektor UMM Eko Muh Widodo, dan Dekan Fakultas Hukum Agna  Susila.    ”Dulu usai menyampaikan visi misinya, wali kota kontrak politik dengan  kita. Intinya akan segera membangun Pasar Rejowinangun,” kata Ketua  Bidang Pengkaderan IMM Magelang Abdullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikatakan, dialog seperti  ini pada 31 januari 2011 lalu, wali kota juga berjanji bahwa dalam  setahun pasar akan segera dibangun. Tetapi kenyataannya, sampai saat ini  pasar belum terbangun dan baru peletakkan batu pertama yang tidak ada  kelanjutannya.<br />
Hal senada diungkapkan Ketua HMI Cabang Magelang  Mansyur yang juga mempertanyakan masalah tagline Kota Magelang yang  berubah dari Kota Harapan menjadi Kota Jasa. ”Maksudnya apa itu Kota  Jasa, wong dulu saja semboyannya Kota Harapan,” katanya balik bertanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia  malah menduga, perubahan tagline itu merupakan upaya wali kota ”balas  jasa” terhadap para pengusaha yang membangun toko-toko modern, super  market, maupun perhotelah di Kota Magelang. ”Tolong kalau memang mau  jadi kota jasa juga perhatikan kami kaum kecil,” tuturnya.<br />
Presiden  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Magelang Tasrifan juga mempersoalkan  maraknya toko-toko modern di Kota Magelang dengan dalih untuk penyebaran  keramaian. ”Tetapi pasar tradisional tidak segera dibangun. Apakah ini  salah satu alasan Pasar Rejowinangun tidak segera dibangun,” ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mahasiswa  juga mempersoalkan pembangunan alun-alun yang kini justru berdampak  makin banyaknya pengamen dan penjambret, karena tidak diimbangi dengan  penciptaan lapangan kerja. Termasuk soal keramikisasi beberapa trotoar  di jalan-jalan utama dan kawasan Pecinan di Kota Magelang karena  dampaknya trotoar menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjawab  berbagai sorotan itu, Wakil Wali Kota Joko Prasetyo menegaskan bahwa  pembangunan pasar masih tetap menjadi komitmen Pemkot Magelang. Hanya  saja, saat ini terkendala adanya aturan Permendagri 32/2011 yang  melarang pemerintah daerah memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada  pedagang korban kebakaran. ”Padahal pemkot sangat ingin membantu  pedagang melalui bansos ini,” ungkapnya.<br />
Sedangkan Agna Susila  berharap Pemkot Magelang tetap pada komitmennya untuk membangun pasar.  ”Kalau memang ada persoalan, ya segera selesaikan. Biar semua jelas,”  tandasnya. <strong>(dem/yus)</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.radarjogja.co.id/magelang/23692-mahasiswa-tagih-janji-kontrak-politik.html" target="_blank">Sumber</a><strong></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://magelang.pattiro.org/mahasiswa-tagih-kontrak-politik-walikota.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>753 Sekolah Terima Dana BOS</title>
		<link>http://magelang.pattiro.org/753-sekolah-terima-dana-bos.html</link>
		<comments>http://magelang.pattiro.org/753-sekolah-terima-dana-bos.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 06:52:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Magelangan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[Dana BOS]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://magelang.pattiro.org/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[MAGELANG&#8211;MICOM: 753 sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2012. Untuk triwulan satu ini, dana BOS yang disalurkan Rp20.736.640.000. Kepala Sub Bagian Perencanaan, Monitoring dan Pelaporan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, &#8230; <a class="more-link" href="http://magelang.pattiro.org/753-sekolah-terima-dana-bos.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">MAGELANG&#8211;MICOM: 753 sekolah  tingkat SD dan SMP di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menerima dana  Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2012. Untuk triwulan satu ini, dana  BOS yang disalurkan Rp20.736.640.000.</p>
<p>Kepala Sub Bagian Perencanaan, Monitoring dan Pelaporan Dinas  Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Magelang Endang Ariyantini  mengatakan dana BOS yang diterima tahun ini meningkat sekitar 20% dari  nilai dana BOS 2011 lalu. &#8220;Penyalurannya untuk tahun ini langsung  disetorkan ke rekening sekolah penerima,&#8221; katanya, Rabu (18/1).</p>
<p>Dikatakan, dana BOS ini diperuntukkan bagi 97.018 siswa dari 607  SD dan SD Luar Biasa (SDLB). Total dana yang diterima untuk sekolah  tingkat SD ini sebesar Rp14.067.610.000.</p>
<p>Sedangkan dana BOS untuk tingkat SMP ada 146 sekolah baik  negeri, swasta, SMP Luar Biasa, dan SMP Terbuka. Jumlah siswanya  mencapai sebanyak 37.572 orang sehingga total dana yang diterima sebesar  Rp8.669.030.000.</p>
<p>&#8220;Sesuai Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 51 Tahun  2011 tentang petunjuk teknis pengunaan dan pelaporannya, dana BOS ini  bertujuan di antaranya membebaskan pengutan bagi siswa terutama siswa  miskin. Serta meringankan biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah  swasta,&#8221; jelasnya. (TS/OL-04)</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/18/292369/289/101/753-Sekolah-di-Magelang-Terima-Dana-Bos" target="_blank">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://magelang.pattiro.org/753-sekolah-terima-dana-bos.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beras Raskin Diduga Digerogoti</title>
		<link>http://magelang.pattiro.org/beras-raskin-diduga-digerogoti.html</link>
		<comments>http://magelang.pattiro.org/beras-raskin-diduga-digerogoti.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 08:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>webmaster</dc:creator>
				<category><![CDATA[Magelangan]]></category>
		<category><![CDATA[Warta]]></category>
		<category><![CDATA[Raskin]]></category>
		<category><![CDATA[Raskin Kabupaten Magelang 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://magelang.pattiro.org/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) alokasi tahun 2012 Kabupaten Magelang mendapatkan jatah Raskin sebanyak 1.537.920 Kg. Pagu Alokasi Raskin bulan Januari s/d Mei 2012 untuk Propinsi Jawa Tengah masih tetap  pada data hasil PPLS tahun 2008, berdasarkan pada Surat &#8230; <a class="more-link" href="http://magelang.pattiro.org/beras-raskin-diduga-digerogoti.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Penyaluran beras untuk rakyat miskin  (Raskin) alokasi tahun 2012 Kabupaten Magelang mendapatkan jatah Raskin  sebanyak 1.537.920 Kg. Pagu Alokasi Raskin bulan Januari s/d Mei 2012  untuk Propinsi Jawa Tengah masih tetap  pada data hasil PPLS tahun 2008,  berdasarkan pada Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah No.551/552 (16/1) .  Sedangkan penyaluran beras Raskin di Kab.Magelang yang telah dibagi  untuk 21 Kecamatan sudah dimulai sejak 24/1/2012 – 1/2/2012. Ketika  berita ini diturunkan beras Raskin tersebut sudah tersalurkan kepada  Rumah Tangga Penerima Manfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ironis sekali masih saja tetap  ditemukan karung-karung beras Raskin dari Bulog Sub Divre V Kedu yang  rusak/berlubang di wilayah 2 Kecamatan Secang dan Grabag. Dari hasil  pantauan tim investigasi portal nasional.com lubang-lubang tersebut <strong><em>Diduga </em></strong>bekas  tusukan benda tumpul yang berdiameter kurang lebih 1-2 cm. Sehingga  sangat dimungkinkan berat beras Raskin 50 Kg yang sesuai ketentuan jadi  berkurang hingga kurang lebih 1/2 Kg – 2 Kg. Ketika portal nasional.com  mendatangi kantor Bulog Sub Divre V di pakelan pertama kali ditemui Agus  Haryono Kasi Perencanaan dan Penyaluran Raskin diruang Tata Usaha untuk  mengklarifikasi tentang banyaknya lubang pada karung dan berkurangnya  berat beras Raskin dari Bulog yang disalurkan ke masyarakat miskin.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia menjelaskan memang benar kalau ada  lubang,itu hanya untuk mengecek atau melihat jenis serta kualitas beras  itu sendiri, jadi pasti berkurang sedikit itu wajar. Namun pada saat  ditanyakan kalau kurangnya lebih dari 1 Kg-2 Kg, Agus mengatakan itu<em> <strong>kurang wajar</strong></em>.  ” wah,kalau kurangnya sebanyak itu,ya kurang wajar,” kata Agus Haryono  pada portal nasional.com. Padahal beras Raskin yang didatangkan dari  Jawa Timur ini pada saat diterima Bulog Sub Divre V Kedu dan masuk ke  Gudang Bulog 501 Meroyudan dalam kondisi baik sesuai dengan  persyaratan/ketentuan yang sudah ditetapkan Bulog. Hal ini sesuai apa  yang disampaikan oleh Kepala Perum Bulog Sub Divre V Kedu Bubun Subroto  ketika di konfirmasi tim portal nasional.com diruang kerjanya.” beras  Raskin itu kalau sudah masuk ke Gudang, artinya sudah memenuhi  persyaratan standart yang telah ditentukan Bulog. Jadi semuanya sudah  memenuhi,” jelas Bubun.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat portal nasional.com konfirmasi  tentang banyaknya lubang-lubang pada karung beras Raskin tersebut Bubun  Subroto yang didampingi Kepala Gudang Bulog Tatut supriyatna mengatakan  bisa saja itu terjadi karena saat pengecekan berasnya atau pada saat  menurunkan mengunakan alat/gancu supaya lebih cepat. jadi beras itu  tercecer kemana-mana, hingga beras yang seha rusnya 50 Kg bisa saja  berkurang sedikit.” kalau masalah lubang di karung beras itu bisa saja  terjadi karena pengecekan jenis kualitas berasnya. Dan bisa juga ketika  menurunkan beras-beras itu mengunakan alat atau gancu supaya lebih  cepat, meskipun sudah ada ketentuan tidak boleh mengunakan gancu,”  katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ketika portal nasional.com  menanyakan langsung pada Kepala Gudang Bulog Tatut Supriyatna tentang  banyaknya karung-karung beras yang berlubang dan berkurang beratnya itu,  ia mengelak kalau adanya lubang dan beratnya berkurang.” kalau pun itu  memang  banyak lubang dan berasnya berkurang, laporkan saja pada Bulog.  Kita akan ganti semua, masalah angkutannyapun kita sediakan. Manusia itu  ada kurangnya, saya siap menerima kritikan, tapi itu harus dibuktikan,”  elak Tatut.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilain pihak Kepala Badan Pelaksana  Penyuluhan dan Ketahanan Pangan(BP2KP)Kab.Magelang,Agus Liem ketika  dikonfirmasi tim portal nasional.com mengatakan bahwa pihaknya adalah  sebagai TimRaskin Kab.Magelang dalam penyaluran beras kepada masyarakat  miskin diwilayah Kab.Magelang ini. Saat portal nasional.com menanyakan  tentang  banyaknya karung beras Raskin berlubang dan berkurang beratnya  ketika diterima di kelurahan-kelurahan, Agus menyarankan untuk  dikembalikan ke Bulog, apalagi beratnya yang 50 Kg itu berkurang.”kalau  itu memang banyak yang berlubang dan beratnya kurang kembalikan saja ke  Bulog. Atau jangan ditanda tangani dulu berita acara serah terima beras  Raskinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena masyarakat miskin ini beli beras  di bulog per Kg yang harga sudah disubsidi Pemerintah, jadi masyarakat  miskin membeli dari Bulog dengan harga 1600per Kg. Kepala Desa pada saat  menerima beras Raskin dari Bulog itu berapa, kalau memang itu kurang  dari ketentuannya, tidak usah dibayar semua. Jadi yang dibayar ya yang  diterima saja,”saran Agus Liem pada portal nasional.com. Jadi apa  penyebab lubang pada karung-karung beras Raskin tersebut, apakah benar  sebab terkena benda tumpul ?! Ataukah benar “Tercecer” kemana-mana ?!  Mungkinkah benar <strong><em>Dugaan</em></strong> masyarakat selama ini beras itu di Grogoti?!—(Tim/Hr8)</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://portal-nasional.com/?p=7037" target="_blank">Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://magelang.pattiro.org/beras-raskin-diduga-digerogoti.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

