Mahasiswa Tagih Kontrak Politik Walikota

Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhamadiyah Magelang terus menagih janji wali kota dan wakil wali kotanya, terutama terkait pembangunan kembali Pasar Rejowinangun yang terbakar 26 Juli 2008 lalu.

Hal tersebut terungkap dalam ”Dialog Terbuka Mengawal 1 Tahun Visi Misi Walikota-Wakil Walikota Magelang” yang diselenggarakan IMM Komisariat Hukum UMM di kampus setempat kemarin (31/1). Hadir dalam dialog itu Wakil Wali Kota Joko Prasetyo, Rektor UMM Eko Muh Widodo, dan Dekan Fakultas Hukum Agna Susila. ”Dulu usai menyampaikan visi misinya, wali kota kontrak politik dengan kita. Intinya akan segera membangun Pasar Rejowinangun,” kata Ketua Bidang Pengkaderan IMM Magelang Abdullah.

Dikatakan, dialog seperti ini pada 31 januari 2011 lalu, wali kota juga berjanji bahwa dalam setahun pasar akan segera dibangun. Tetapi kenyataannya, sampai saat ini pasar belum terbangun dan baru peletakkan batu pertama yang tidak ada kelanjutannya.
Hal senada diungkapkan Ketua HMI Cabang Magelang Mansyur yang juga mempertanyakan masalah tagline Kota Magelang yang berubah dari Kota Harapan menjadi Kota Jasa. ”Maksudnya apa itu Kota Jasa, wong dulu saja semboyannya Kota Harapan,” katanya balik bertanya.

Dia malah menduga, perubahan tagline itu merupakan upaya wali kota ”balas jasa” terhadap para pengusaha yang membangun toko-toko modern, super market, maupun perhotelah di Kota Magelang. ”Tolong kalau memang mau jadi kota jasa juga perhatikan kami kaum kecil,” tuturnya.
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Magelang Tasrifan juga mempersoalkan maraknya toko-toko modern di Kota Magelang dengan dalih untuk penyebaran keramaian. ”Tetapi pasar tradisional tidak segera dibangun. Apakah ini salah satu alasan Pasar Rejowinangun tidak segera dibangun,” ujarnya.

Mahasiswa juga mempersoalkan pembangunan alun-alun yang kini justru berdampak makin banyaknya pengamen dan penjambret, karena tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja. Termasuk soal keramikisasi beberapa trotoar di jalan-jalan utama dan kawasan Pecinan di Kota Magelang karena dampaknya trotoar menjadi licin dan membahayakan pengguna jalan.

Menjawab berbagai sorotan itu, Wakil Wali Kota Joko Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan pasar masih tetap menjadi komitmen Pemkot Magelang. Hanya saja, saat ini terkendala adanya aturan Permendagri 32/2011 yang melarang pemerintah daerah memberikan bantuan sosial (Bansos) kepada pedagang korban kebakaran. ”Padahal pemkot sangat ingin membantu pedagang melalui bansos ini,” ungkapnya.
Sedangkan Agna Susila berharap Pemkot Magelang tetap pada komitmennya untuk membangun pasar. ”Kalau memang ada persoalan, ya segera selesaikan. Biar semua jelas,” tandasnya. (dem/yus)

Sumber

This entry was posted in Magelangan, Warta and tagged , , . Bookmark the permalink.

6.395 Opini pada Mahasiswa Tagih Kontrak Politik Walikota

  1. Thanks a lot for providing individuals with an exceptionally nice possiblity to discover important secrets from here. It is always so superb and also stuffed with a good time for me and my office mates to visit the blog nearly three times per week to learn the newest guidance you have. And of course, I am also usually pleased with the wonderful guidelines you serve. Certain two points on this page are really the most impressive I’ve had.

  2. Great paintings! This is the type of info that should be shared across the internet. Disgrace on {the seek engines|Google} for now not positioning this publish higher! Come on over and visit my site . Thanks =)

  3. Which means that if perhaps a lot more of us would definitely quit utilising such, we might can even reduce the quality of a lot of these vinyl plastic bags which end up in much of our liquid provides hurting out of much of our animal.
    [url=http://www.gedcom2map.net/timberland/????????-??????-7??-?????timberland-72540-oakwell-7-eye-moc-toewheat.html]???????? ?????? 7?? ?????TIMBERLAND 72540 Oakwell 7 Eye Moc ToeWHEAT[/url]